Selasa, 25 November 2008

Ushul as-Sunnah-Imam Ahmad (bag.1)

U S H U L S U N N A H

AL IMAM ABU 'ABDILLAH AHMAD BIN MUHAMMAD BIN HANBAL ASY SYAIBANY

Berkata Al Qadhi Abul Hasan Muhammad bin Abi Ya'la , beliau berkata : Saya telah membacakannya kepata Al Mubarak, saya kataka kepada beliau : Telah dikabarkan kepada kami 'Abdul 'Azis Al Azji, beliau berkata : dikabarkan kepada kami 'Ali bin Bisyran, beliau berkata : Dikabarkan kepada kami 'Utsman yang ma'ruf dnegan Ibnu As Simak, beliau berkata : Diceritakan kepada kami Al Hasan bin 'Abdil Wahhab, beliau berkata : Diceritakan kepada kami Sulaiman bin Muhammad Al Munqari beliau berkata : Diceritakan kepadaku 'Abdus bin Malik Al 'Aththar, beliau berkata : Saya telah mendengar Abu 'Abdillah Ahmad bin Hanbal – radhiallahu 'anhu – berkata : -
Ushul – pokok-pokok / landasan dasar - Sunnah, menurut kami adalah :
Berpegang teguh dengan tauladan para Shohabat Rasulullah – shollallahu 'alaihi wasallam – serta meniti jalan mereka

Penjelasan:

Nash-nash syara' telah menegaskan wajibnya mengembalikan segala perkara dan berpegang teguh diatas Al Qur'an dan As Sunnah serta pemahaman para Shohabat rasulullah –shollalahu 'alaihi wasalam. Tidak berpaling dari Al Qur'an dan As Sunnah serta Manhaj Shohabat dan juga nash-nash syara' melarang segala bentuk perpecahan.
Adapun nash-nash syara' yang berupa ayat-ayat Al Qur'an , diantaranya : -
Firman Allah – subhanahu wata'ala - : -
{ وَ مَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الهُدَى وَ يَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ المُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلىَّ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَ سَائَتْ مَصِيْرَاً }
" Dan barang siapa yang menyelisihi Rasulullah – shollallahu 'alaihi wasallam setelah ditampakkan kepadanya petunjuk dan mengikuti selain jalan kaum mu'minin, akan Kami palingkan ia kemana ia berpaling dan akan Kami campakkan ia kedalam Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kembalian "

Dan firman-Nya : -
{ يَاأَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوْا اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ لاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَ اعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعاً وَ لا َتَفَرَّقُوْا }
" Wahai orang –orang yang beriman, taqwa-lah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kalian –nantinya – meninggal kecuali dalam keadaan benar-benar ber-Islam , dan berpegang teguhlah dengan tali – yakni syari'at – Allah ta'ala dan janganlah kalian tercerai-berai "

Dan firman-Nya – ta'ala - : -
{ وَ أَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًاً فَاتَّبِعُوْهُ وَ لاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ عَنْ سَبِيْلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ }
" Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka mestilah kalian mengikutinya dan jangan sekali-kali kalian mengikuti jalan-jalan – selainnya – yang mana akan menyebabkan kalian tercerai-berai dari jalan-Ku. Demikianlah yang Kami wasiatkan kepada kalian agar kalian bertaqwa. "

Dan firman Allah –ta'ala – : -
{ شَرَعَ لَكُم ِفيْ الدِّيْنِ مَا وَصَّى بِهِ نُوْحًاً وَ الذِيْنَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَ مَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيْمَ وَ مُوْسَى وَ عِيْسَى أَنْ أَقِيْمُوْا الدِّيْنَ وَ لاَ تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِ }
" Dan –Ia / Allah ta'ala – telah menetapkan syari'at bagian kalian dalam Agama ini, sebagaiamna yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan meraka – para Nabi – yang telah Kami turunkan kepada mereka wahyu Kami kepada engkau – Muhammad – dan apa yang telah Kami wasiatkan atas Ibrahim, Musa dan 'Isa, -yakni wasiat untuk – menegakkan Diin/Agama ini dan tidak tercerai-berai didalamnya"

Dan firman Allah –ta'ala - : -
{ إِنَّ الذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَ كَانُوْا شِيَعًاً لَسْتَ مِنْهُمْ فِيْ َشْيٍء }
" Sungguhlah mereka yang memecah belah agama mereka dan menjadi berkelompok-kelompok , tidaklah engkau – Muhammad – bagian dari mereka sedikitpun juga "
Dan sekian banyak ayat-ayat Al Qur'an lainnya yang semakna dengan ayat-ayat diatas.

Adapun dari nash-nash As Sunnah An Nabawiyah Ash Shohihah, yang menunjukkan wajibanya berpegang dengan Al qur'an, As Sunnah dan Madzhab shohabat , diantaranya : -

عن العرباض بن سارية عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : " عليكم بسنتي و سنة الخلافاء الراشدين عضوا عليها بالنواجذ و إياكم و المحدثات الأمور ... "
(رواه أبو داود رقم. 4607 و الترمذي رقم. 2676 و ابن ماجه رقم. 42, 43 و أحمد 4 / 126 , 127 و الدارمي 1 / 44 و الحاكم 1 / 97و صححه الألباني في صحيح الجامع الصغير 2 / 346 )
Dari Al 'Irbadh bin Sariyah –radhiallahu 'anhu – dari Nabi – shollallahu 'alaihi wasallam , beliau bersabda : " … Dan yang wajib bagi kalian adalah berpegang dengan Sunnah-ku dan sunnah para Khulafa' Ar Rasyidiin, gigitlah erat-erat dengan geraham kalian, dan hal yang terlarang bagi kalian untuk mengada-adakan perbuatan yang muhdatsah – bid'ah – "
( Dikeluarkan oleh Abu Daud No. 4607, At Tirmidzi No. 2676, Ibnu Majah No. 42, 43, Ahmad 4 / 126 , 127, Ad Darimi 1 / 44, Al Hakim 1 / 97, dan dishohihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shohih Al Jami' Ash Shoghir 2 . 346 )

عن عبد الله بن مسعود , أن النبي صلى الله عليه وسلم خط لنا خطا مستقيماً فقال : " هذا سبيل الله " و خط عن يمينه و شماله خطوطاً فقال : " و هذه السبل مما يدعوا إليها الشيطان " , ثم تلا قوله تعالى : { وَ أَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًاً فَاتَّبِعُوْهُ وَ لاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ }
( أخرجه أحمد في المسند 1 / 435 , 465 والنسائي في الكبرى 6 / 343 و الدارمي 1 / رقم. 202 و ابن حبان 1 / رقم. 60 و الحاكم 2 / رقم. 3241 و البزار 5 / رقم. 1694 و 1865 و الطيالسي 1 / رقم. 244 و عبد بن حميد رقم. 1141 و سعيد بن منصور في السنن 1 / رقم. 935 و السنة لابن أبي عاصم رقم. 16 و المروزي في السنة رقم. 11)
Dari 'Abdullah bin Mas'ud – radhiallahu 'anhu -, bahwa Nabi shollallahu 'alaihi wasallam –suatu saat – menggariskan dihadapan kami suatu garis yang lurus, lalau beliau bersabda : " Inilah jalan Allah ".
Lalu beliau menggariskan dikiri dan kanan garis tersebut sejumlah garis lainnya, dan bersabda : " Dan ini adalah jalan-jalan dimana syaithan akan mengajak –kalian – meniti diatasnya ". Lalu beliau membacakan firman Allah ta'ala : (( Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka seharusnyalah kalian mengikutinya dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lainnya yang akan mencerai-beraikan kalian dari Jalan-Nya ))
( Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Al Musnad 1 / 435, 465, An Nasa'I dalam Al Kubra 6 / 343, Ad Darimi 1 / No. 202, Ibnu Hibban 1 / No. 60, Al Hakim 2 / No. 3241, Al Bazzar 1 / No. 935, Ibnu Abi 'Ashim dalam As Sunnah No. 16, Al Marruzi dalam As Sunnah No. 11 )

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " إن الله يرضى لكم ثلاثاً : يرضى لكم ان تعبدوه و لا تشركوا به شيئاً و أن تعتصموا بحبل الله جميعاً و لا تتفرقوا ... "
( أخرجه مسلم – المنهاج - 12 / 10 رقم. 1715 و أحمد 2 / 367 و مالك في الموطأ رقم. 1796 و غيرهم. )
Dari Abu Hurairah – radhiallahu 'anhu - , beliau berkata : Bersabda Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam : " Sesungguhnya Allah ridho kepada kalian tiga perkara, ridho kepada kalian -jika kalian – beribadah hanya kepada-Nya dan tidak berbuat syirik atas-Nya dengan sesuatupun, berpegang teguh dengan tali – syari'at – Allah dan tidak bercerai-berai , dan …. "
( Dikeluarkan oleh Muslim – Al Minhaj – 12 / 10 No. 1715, Ahmad 2 / 367 dan Malik dalam Al Muwaththo' No. 1796, serta selain mereka )

عن جابر بن عبد الله قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " تركتكم شيئين ما إن تمسكتم بهما لن تضلوا أبداً , كتاب الله وسنتي "
( أخرجه مسلم رقم. 1218 )
Dari Jabir bin 'Abdillah beliau berkata : Bersabda Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam : " Saya telah tinggalkan bagi kalian dua perkara, dimana kalian berpegang dengannya kalian tidak akan sesat selamamnya, yakni al Qur'an dan Sunnah-ku "
( Dikeluarkan oleh Imam Muslim No. 1218 )

عن أبي شريح الخزاعي قال : خرج لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : " ألستم تشهدون لا إله إلا الله و اني رسول الله ؟ " قالوا : بلى
قال : " فإن هذا القرآن أحد طَرَفَيْه بيد الله و الآخر بكم , فاعصموا به قلا تضلوا و لا تهلكوا بعده أبداً "
( أخرجه ابن حبان رقم. 122 و صححه اللباني في الترغيب 1 / 93 )
Dari Abu Syuraih Al Khuza'I beliau berkata : Suatu saat kami keluar bersafar bersama dengan Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam, lantas beliau bersabda : " Bukankah kalian telah mempersaksikan kalimat Syahadatain , Laa Ilaha Illallah dan aku adalah Rasulullah ? "
Kami menjawab : Benarlah demikian
Beliau bersabda : " Karena sesungguhnya Al Qur'an ini salah satu sisinya berada dalam genggaman tangan Allah dan yang satunya lagi ada pada kalian, maka berpeganglah dengan Al Qur'an itu, kalian tidak akan sesat dan tidak akan binasa setelah itu selamanya. "
( Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban No. 122 dan dishohihkan oleh Asy syaikh Al Albani dalam At Targhib 1 / 93 )

عن أبي الدرداء قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : " ترتكم على محجة بيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك "
( رواه ابن ماجه 1 / رقم. 4 , 16 وأحمد 4 / 126 و ابن أبي عاصم في السنة ص. 26 , صححه الألباني في ظلال الجنة 47 – 49 )
Dari Abu Ad Darda' , beliau berkata : Bersabda Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam : " Telah saya tinggalkan kalian diatas pegangan yang putih bersih, dimana malamnya – saja – bagaikana siangnya, tidak akan berpaling darinya seorangpun melainkan ia akan binasa "
( Dikeluarkan oleh Ibnu Majah 1 / No. 1604, Ahmad 4 / 126, Ibnu Abi 'Ashim dalam As Sunnah No. 26, dan dishohihkan oleh Al albani dalam Adz Dzhilalul Jannah 47 – 49 )

و قال ابن مسعود : " أيها الناس إنكم ستحدثون و يحدث لكم , فإذا رأيتم محدثة فعليكم بالأمر الأول "
(رواه الدارمي 1 / رقم 169 )
Berkata 'Abdullah bin Mas'ud : " Wahai segenap kaum muslimin, sungguhlah kalian akan dinampakkan perkara yang diada-adakan dan diselubungi dengan perkara tersebut, maka jikalau kalian menjumpai perkara-perkara yang diada-adakan maka yang wajib atas kalian adalah berpegang dengan tuntunan yang terdahulu "
( Dikeluarkan oleh Ad Darimi 1 / No. 169 )

وقال ابن مسعود : " إياكم و البدع و التنطع و إياكم و التعمق و عليكم بالعتيق "
Dan berkata Ibnu Mas'ud : " Terlarang bagi kalian setiap perkara bid'ah, tanaththu' – sikap berlebih-lebihan - dan juga terlarang sikap ta'ammuq – sikap melampaui batas - , dan yang wjib abgi kalian adalah berpegang dengan warisan terdahulu "

وقال خذيفة : " اتبعوا سبيلنا ! و لئن اتبعتمونا لقد سبقتم سبقاً بعيداً و لئن خلفتمونا لقد ضللتم ضلالاً بعيداً "
( أخرجهما ابن وضاح في البدع و النهي عنه ص. 12 )
Berkata Hudzifah bin Al Yaman : " Kalian ikutilah jalan kami , dan sekiranya kalian telah mengikuti kami sesungguhnya kalian telah melaju dengan jauhnya dan sekiranya kalian menyelisihi kami, sungguh kalian telah tersesat dengan kesesatan yang jauh "
( Keduanya dikeluarkan oleh Ibnu Wadhdhoh dalam Kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha hal. 12 )

و قال عبد الله بن مسعود : " اتبعوا و لا تبتدعوا فقد كفيتم "
( رواه الدارمي رقم. 211 و البيهقي في المدخل لقم. 204 )
Berkata 'Abdullah bin Mas'ud : " Ittiba' – ikutlah – kalian dengan Sunah danjangan mengada-adakan perbuatan bid'ah karena sesungguhnya telah tercukupi –perkara Agama ini – bagi kalian "
( Dikeluarkan oleh Al Darimi No. 211 dan Al Baihaqi dalam Al Madkhal No. 204 )

قال سهل بن عبد الله التستري : " عليكم بالإقتداء بالأثر و السنة فإني أخاف أنه سيأتي عن قليل زمان إذا ذكر إنسان النبيَ صلىالله عليه وسلم و الإقتداء به في جميع أحواله ذموه و نفروا عنه و تبرأوا منه و أذلوه و أهانوه.
( تفسير القرطبي 9 \ 139 )
Berkata Sahl bin 'Abdillah At Tusturi : " Yang wajib abgi kalian adalah meniti diatas Atsar dan Sunnah, karena saya mengkhawatirkan akan tiba dalam zaman yang demikian dekat ini, jikalau seseorang menyebutkan – nama – Nabi shollallahu 'alaihi wasallam dan menjadikan beliau shollallahu 'alaihiw asallam tauladan dalam setiap perihal beliau, mereka –kaum manusia – akan mencelanya, meninggalkan ia, berlepas diri darinya, merendahkan dan menghinakannya "
( Tafsir Al Qurtubhi 9 / 139 )



Dan –juga - meninggalkan setiap perkara bid'ah dimana setiap bid'ah adalah kesesatan

Penjelasan:

Adapun penjelasan syara' berkenaan dengan wajibnya seorang muslim untuk berhati-hati dan menjauhkan diri dari setiap perkara Bid'ah demikian juga dari pelaku-pelaku bid'ah serta meninggalkan majelis-majelis mereka, telah dijumpai pada sekian dalil-dalil syara', baik itu dari Al Qur'an Al Karim maupun dari Sunnah Nabawiyah Shohihah.
Telah disebutkan sebelumnya dalam hadist Al 'Irbadh bin Sariyah, dimana Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda : " … Dan seburuk-buruk perkara adalah hal-hal yang diada-adakan dalam Diin/Agama, dan setiap perbuatan yang diada-adakan tersebut adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan –tempatnya- di api neraka. "

Dan juga Allah ta'ala –tentang hal ini – berfirman : -

{ وَ إِذاَ رَأَيْتَ الذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْ آياتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهِ وَ إِمَّا يَنْسِيَنَّكُم الشَّيْطَانُ فَلاَ تَقْعُدُ بَعْدَ الذِكْرِ مَعَ القَوْمِ الظَالِمِيْنَ }
" Dan jikalau kalian menjumpai mereka yang mengolok-olok ayat-ayat Kami maka berpalinglah dari mereka sehingga merekapun membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaithan melupakan kalian, maka janganlah kalian duduk duduk setelah teringat bersama dengan kaum yang dholim " – Al An'am : 68 –

Dan Allah ta'ala berfirman : -

{ وَ قَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِيْ الكِتَابِ أَنَّ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللهِ يَكْفُرُ بِهَا وَ يَسْتَهْزِأُ بِهَا فَلاَ تَقُعْدُوْا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذاً مِثْلُهُمْ إِنَّ اللهَ جَامِعُ المُنَافِقِيْنَ وَ الكافِرِيْنَ فِيْ جَهَنَّمَ جَمِيْعاً }
" Dan sungguh Allah telah menurnkan kepaa kamu di dalam Al Qur'an , bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan , maka janganlah kamu duduk dengan mereka, hingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain . Karena – jika kamu melakukan hal itu – tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik bersama dengan orang-orang kafir didalam Jahannnam. " – An Nisa' : 140 –

Dan demian juga didalam hadist 'Aisyah -radhiallahu 'anha – beliau berkata : Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam pernah menbacakan firman Alla ta'ala : -

{ هُوَ الذِيْ أَنْزَلَ عَلَيْكَ الكِتَاب مِنْهُ آيَاتٍ مُحْكَمَاتٍ هُنَّ أُمُّ الكِتابِ وَ أُخَرُ مُتَشَابِهات , فَأَمَّا الذِيْنَ فِيْ قُلُوْبشهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الفِتْنَةِ وَ ابْتِغَاء َتَأْوِيْلِهِ وَ مَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهُ إِلاَّ اللهُ وَ الرَّاسِخُوْنَ فِيْ العِلْمِ يَقُوْلُوْنَ آمَنَّا كُلُّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنا وَ مَا يَذَْكَْر إِلاَّ اُوْلُو الألَبْابِ.}
" Dan Dia-lah Dzat yang telah menurunkan kepada engkau Al Qur'an, didalamnya terdapat ayat-ayat yang muhkam – terang dan jelas – dan itulah pokok-pokok Al Qur'an dan selebihnya ayat-ayat yang mutasyabih – yang tersamar maknanya – Adapun orang-orang yang didalam hati mereka kecendrungan kpada kesesatan, maka mereka akan mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih tersebut untuk mendatangkan fitnah dan mencari-cari ta'wilannya. Padahal tiada yang mengetahui ta'wilannya melainkan Allah ta'ala. Dan orang-orang yang mendalam ilmu-nya berkata : Kami beriman –pada ayat-ayat mutasyabih tersebut – karena kesemuanya datang dari sisi Rabb kami. Dan tidak akan ada yang akan dapat mengambil pelajaran selain mereka yang memiliki akal " – Ali 'Imran : 7 –
Berkata 'Aisyah : Bersabda Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam : " Dan jika engkau mendapati mereka yang mengikuti segala yang mutasyabih yang terdapat dalam Al Qur'an , maka merekalah yang telah disebutkan oleh Allah, maka kalian berhati-hatilah dari mereka "
( Dikeluarkan oleh Al Bukhari No. 4547 dan Muslim No. 2665 )

Ayat-ayat ini, yang menunjukkan peringatan serta anjuran – perintah – untuk berhati-hati dan menjauhkan diri dari kaum yang mempermainkan, mengolok-olokkan Ayat-ayat Allah dan juga mereka yang mengikuti perkara yang tersamar dari dalil-dali syara', menunjukkan kelaziman bahwa perkara tersebut adalah perkara yang tercela dan dilarang dalam syara'.

Beberapa atsar dari shahabat dan para Ulama Salaf setelah mereka, lebih menjelaskan hal ini, diantaranya : -
Atsar dari 'Abdullah bin 'Umar, tentang kaum Qadariyah : - Beliau berkata : " Jika engkau menjumpai mereka maka beritahukan kepada mereka bahwa sesungguhnya saya berlepas diri dari mereka dan mereka tidak ada kaitannya sama sekali dengan-ku "
( Dikeluarkan oleh Muslim No. 8 )

Atsar 'Abdullah bin 'Abbas, beliau berkata : " Janganlah kalian duduk bermajlis dengan Ahlul Ahwa' – pengikut hawa nafsu, karena bermajlis dengan mereka akan menyisakan penyakit didalam hati kalian "
( Al Ibanah 2 / 438 )

Atsar 'Umar bin 'Abdul 'Azis , beliau berkata : " … Amma ba'du, Dan setelah itu saya wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah ta'ala dan berlaku apa adanya dalam menjalankan perintah-Nya dan dalam Ittiba' –mengikuti – sunnah Nabi-Nya shollallahu 'alaihi wasallam. Meninggalkan segala yang diada-adakan oleh orang-orang yang selalu mengada-adakan perkara baru dalam Agama, yakni perkara yang telah jelas sunnah beliau dan kalian cukupkanlah seperti adanya. Dan wajiblah bagi kalian untuk senantiasa diatas sunnah , dikarenakan sesungguhnya sunnah tersebut telah dicontohkan dari seseorang yang lebih mengetahui akibat penyelisihannya berupa kekeliruan , tergelincir –dari kebenaran-, kebodohan dan sikap melampaui batas. Maka engkau ridholah sebagaimana kaum tersebut – para shahabat ridho dengan diri mereka, dikarenakan mereka berhenti atas dasar ilmu dan menahan diri atas dasar pandangan yang jernih. Dan mereka sesungguhnya jika ingin menyingkap setiap perkara Agama mereka akan mampu melakukannya, dan sekiranya ada keutamaan pada perkara itu mereka akan terlebih dahulu.
Dan jika ada yang berkata : Sudah terjadi perbuatan muhdast – yang diada-adakan – setelah mereka ? Tidaklah diada-adakan perbuatan tersebut setelah mereka melainkan oleh seseorang yang meniti selain sunnah mereka dan melihat dirinya lebih utama dari mereka. Sesungguhnya bagi mereka telah ada pendahulu yang telah menyampaikan segala yang sudah mencukupi dan telah menyifatinya dengan sifat-sifat yang telah melegakan … "
( Dikeluarkan oleh Al Ajurri dalam Asy Syari'ah 1 / 443 – 445 dan Abu Nu'aim dalam Al Hilyah No. 5338 )

Atsar Abu Qilabah , beliau berkata : " Janganlah kalian duduk bermajlis bersama dengan Ablul ahwa' dan janganlah kalian mengadakan perdebatan dengan mereka, dikarenakan saya tidak menjamin kalian bahwa mereka bisa menjatuhkan kalian dalam kesesatan mereka ataukah menyamarkan atas diri kalian apa-apa yang kalian tidak ketahui "
( Dikeluarkan oleh 'Abdullah bin Al Imam Ahmad dalam As Sunnah 1 / 137, Ad Darimi 1 / 120, Al Lalikai dalam Syarh I'tiqad 1 / 134 , dan Al Ibanah 2 / 435 )

Dan juga diriwayatkan dari Laits bin Abi Sulaim dari Abu Ja'far , beliau berkata : " Janganlah kalian duduk bermajlis dengan orang-orang yang senang mengadakan permusuhan, dikarenakan merekalah yang senantiasa mengolok-olok ayat-ayat Allah "
Dan semisalnya diriwayatkan pula dari Muhammad bin Sirin.
( Tafsir Ath Thabari 7 / 229, Tafsir Al Qurthubi 7 / 12 dan Al Ibanah 2 / 431 )

Dan banyak lagi dari Hadist dan Atsar serupa dengan yang telah disebutkan diatas, Wallahu Al Muwaffaq.

Tidak ada komentar: